Lelaki di Putaran Thawaf
Rini mengelap keringatnya dengan kerudung. Ia melihat ke atas langit kemudian memperkirakan kira-kira berapa derajat suhu siang ini. Mungkin sekitar 40 derajat celcius. Di tempat yang sama, semua orang sedang melafalkan zikir dalam putaran thawaf. Sama-sama kepanasan, kehausan dan juga banjir keringat seperti dirinya. Mungkin ia salah memilih waktu untuk melakukan ritual umroh , pikirnya. Biasanya ia akan memilih waktu sore menuju malam atau bahkan malam hari. Memisahkan diri dari rombongan karena merasa akan lebih khidmat melakukannya sendirian. Ia tidak merasa takut nyasar karena ia sudah beberapa kali mengunjungi Baitullah. Namun tadi pagi, teman sekamarnya, Farida, mengajaknya untuk umroh lagi. Umroh kedua. Sebagai orang yang sulit untuk menol...