dia yang (masih saja bisa) menyakitiku

kupikir aku sudah menutup pintu,
menolak walau ia memanggil di depan pintuku lagi

di depan pintu, ia masih saja meracau tak jelas
menyakitiku (lagi)

aku bertanya dalam hati,
sampai kapan
sejauh apa

aku berkata pada diri untuk pindah ke lantai atas dan menyalakan radio keras-keras
berharap semuanya tidak terdengar

dia
yang kuharap segera bisa berjalan sendiri tanpa mengusikku
masih tetap di depan pintu


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dia, laki-laki dari masa lalu

self efficacy

terimakasih