Postingan

Memulai dengan Tenang

Apa yang berubah pada diriku?  Di tahun baru ini, ada apa?  Bertambahnya peran, tentu saja.  Ada gadis kecil yang ingin memulai perjalanannya sendiri, dan menjadi wali murid di sekolah formal jadi peran baruku..  Mengapa di tengah tahun?  Sebab aku merasa butuh bantuan di tahun baru ini, dan dia merasa perlu suasana belajar yang lebih tertata.  Dan, Allah bilang kun..  Uangnya cukup untuk biaya sekolah.  Ada anak laki-laki yang berada di tahapan mukallaf menjelang baligh.  Perlu banyak obrolan soal tanggung jawab dan kemandirian. Perlu ada waktu bersama untuk saling berbagi rasa. Perlu ada persiapan menghadapi tahap selanjutnya.  Juga, amanah berupa hampir 30 seller yang ingin berjuang  bersama...  Perlu merapikan barisan, menguatkan langkah..  Ini memang tim penjualan, tapi bukan peran utama...  Bismillah..  Temani aku ya Allah.. 

Bisakah Kita Menghilangkan Kebiasaan Buruk?

J udul Buku       : The Power of Habit (Dahsyatnya Kebiasaan, Mengapa Kita Melakukan Apa yang Kita Lakukan dalam Hidup dan Bisnis) Pengarang       : Charles Duhigg Kategori           : Motivasi ISBN                : 9786024241391 Penerjemah      : Damaring Tyas Wulandari Palar Ukuran            : 15 x 23 cm Penerbit            : PT Gramedia Jakarta Tebal               : 371 halaman                                                                         ...

Hikmah Terserak dalam Komik Peradaban Akhlak

Judul Buku      : Komik Peradaban Akhlak #1 dan #2 (Kisah-Kisah Penuh Hikmah Orang-orang Saleh Terdahulu) Pengarang       : vbi_djenggoten Kategori           : komik ramah anak ISBN                : - Ukuran            : 15 x 23 cm Penerbit            : One God Believer Tebal               : Jilid 1 172 halaman, Jilid 2 150 halaman Harga              : @ Rp. 50.000   Isi buku : Buku ini termasuk jenis buku nonfiksi, karena kebanyakan adalah kisah-kisah para ulama atau tabiin-tabiin dengan semua keindahan akhlaknya, yang digambarkan dalam bentuk komik. Dengan cara seperti ini, kisah-ki...

Bersiaplah dan Hadapi Perubahan

11 Maret 2022 Judul Buku      : Who Moved My Cheese? Cara Jitu Menghadapi Lika-Liku Perubahan dalam Hidup dan Pekerjaan (terjemahan) Pengarang       : Spencer Johnson, M.D Alih bahasa      : Antonius Eka Kategori           : Pengembangan Diri ISBN                : 978-602-0488-60-8 Ukuran            : 15 x 23 cm Penerbit            : PT Elex Media Komputindo Tebal               : 125 halaman Harga              : Rp. 98.800   Isi buku : Buku ini termasuk jenis buku nonfiksi, tetapi ditulis dalam gaya fiksi. Pembaca diminta mengambil pesan tersembunyi di balik ki...

Mindset-mu Mempengaruhi Hidupmu

  Judul Buku      : Mindset (terjemahan) Pengarang       : Carol S. Dwe ck Alih bahasa      : Tim Penerjemah Baca Kategori           : Pengembangan Diri/Psikologi ISBN                : 978-602-6486-35-6 Ukuran            : 15 x 23 cm Tebal               : 399 halaman Harga              : Rp. 111.000   Isi buku : Buku ini termasuk jenis buku nonfiksi, dan penulisnya adalah seorang profesor yang menulis seperti menulis riset. Entah karena buku terjemahan atau karena banyak bahasan yang kurang dimengerti, beberapa bab awal buku ini terasa sangat membingungkan. Ada berbagai istilah dalam olahraga, ada berbagai na...

Tips dan Trik untuk Menyentuh Hati

Judul Buku      : Bagaimana Menyentuh Hati (Kiat-Kiat Memikat Objek Dakwah) Pengarang       : Abbas As-Siisiy Alih bahasa      : Muhil Dhafir, Mahmud Mahfudz Penerbit            : Era Intermedia Kategori           : Dakwah Islam ISBN                : 978-979-9183-24-3 Ukuran            : 15 x 18 cm Tebal               : 282 halaman Harga              : Rp. 45.000   Isi buku :             Buku ini merupakan buku panduan untuk para muslim yang menyadari bahwa peran mereka adalah dai sebelum menjadi apa pun. Dik...

Belajar dari Manajer Satu Menit Baru

Judul Buku      : The New One Minute Manager (terjemahan) Pengarang       : Ken Blanchard, Spencer Johnson, M.D Alih bahasa      : Ruth M Panggabean Penerbit             : MIC Publishing Kategori           : Pengembangan Diri ISBN                : 978-602-0956-52-7 Ukuran            : 15 x 23 cm Tebal               : 94 halaman Harga              : Rp. 70.000   Isi buku : Buku ini termasuk jenis buku nonfiksi, tetapi dikemas dalam bentuk fiksi ataupun cerita yang dipenuhi dialog dari beberapa tokoh penting yang berperan di dalamnya. Inilah yang menyebabkan buku ini sangat nyaman ...

Bila Doamu Terkabul

Apa yang selayaknya dilakukan hamba bila doanya terkabul? Marahkah atau justru kegirangan? Satu hal yang begitu kusadari ketika harus mendampingi anak kandung belajar daring, sambil mengajar anak orang lain secara daring juga adalah  ini tak semenyenangkan yang diharapkan Sejatinya, aku pernah berdoa...dalam doa-doa rahasia yang tak mungkin kusampaikan pada rekan-rekanku, yakni keinginan untuk bisa mendampingi anak belajar dengan sepenuhnya. Mengantar dan menjemput, ketika ia harus belajar dari orang lain. Mendengar kisahnya selama di sekolah. Hal-hal yang seringkali tak bisa kulakukan karena amanah lain yang juga kumiliki. Dan, selama pandemi.. Allah memberiku hadiah dengan mengabulkan doaku Dia yang dulu ditangisi ketika harus pergi naik ojek pribadi, kini ada di hadapan dari pagi hingga pagi lagi (kata Tulus) Melihat caranya belajar, lalu membayangkan apakah begini caranya belajar di sekolah kemarin-kemarin? Ah, salut untuk para guru ya... Kini, bagaimana caranya bersyukur lagi ...

Bila Ada yang Kuharapkan Saat Ini

Untuk perempuan kecil yang 'kukulutus' sebelum tidur, nyenyak selama beberapa jam, terbangun karena lapar dan kembali tidur setelah sepiring nasi dan dua telur ceplok. Memandangimu membuatku menyadari banyak hal. Dengan begitu banyaknya peran yang kuambil dalam hidup, ada satu hal yang begitu kusyukuri dan ingin serius kugeluti hingga nanti. Aku ingin menjadi ibu yang baik, tanpa perlu memikirkan bagaimana ibu lain memperlakukan anaknya, karena tiap kupikirkan hal itu, aku merasa bersalah karena tidak merasa perlu melakukan apa-apa. Aku ingin menjadi ibu saja, tanpa perlu memikirkan berapa yang harus kupunya agar hidup kita berjalan baik-baik saja, tidak hina karena harus meminta. Aku ingin menjadi ibu yang mengerti, bukan ibu yang begitu ingin memaksa kehendak hati. Aku suka menjadi penulis yang punya karya, 10 bagiku sudah cukup, lalu aku tersadar bahwa bisa jadi ini jalanku untuk bisa melompat ke arah surga.  Namun, aku ingin menjadi ibu saja, yang bebas menuliskan kisah ten...

Empat Belas Hari

Dan, kamu masih diam Memintaku menunggu Sampai kapan Haruskah aku bertanya (lagi)? Sepertinya akan berakhir pahit Maka aku menguatkan hati, mencoba menenangkan diri dengan berbagai hal lain yang bisa menghibur hati Aku menolak patah Tidak lagi... Yang tidak ditakdirkan membersamai, berarti bukan yang terbaik Yang terbaik, akan datang di waktu yang tepat Yang bisa kamu lakukan, berupaya menjadi yang terbaik sepanjang waktu agar menyambutnya dalam kondisi terbaik

Puisi Patah Hati

Ini bukan cinta yang ditulis kemarin lusa sehingga mudah tersapu ombak. Ini perasaan yang dipupuk hingga enam musim berganti rupa Maka mencari jejakmu sejak kali pertama  membuatku bertambah yakin bahwa aku istimewa... Namun kau tak menjawab, entah karena apa? Kamu tau.. Aku akan menunggu.. kali ini akan menunggu saja.

Belajar dari Ibu Widi

Gambar
Foto diambil dari laman instagram Ibu. Entah kenapa, tiba-tiba ada cerita tentang keluarga mereka di laman instagram saya. Mungkin ada salah seorang teman yang menaruhnya di story, lalu sampailah ke akun seorang MC kondang, Teh Indy Barens, lalu sampailah di video dengan durasi cukuuup panjang, tetapi nyaman untuk ditonton dari awal sampai akhir. Dan, saya menangis beberapa kali sepanjang menonton. Ibu Widi, ini bukan kali pertama saya main ke instagram Ibu. Biasanya karena suka dengerin suara Widuri nyanyi atau main piano. Atau sekadar liat foto-foto anti main stream keluarga Ibu. Dan, selalu bilang bahwa Bapak itu family man ternyata ya (masih sulit menghilangkan kesan Mas Adi di film Tetangga Masa Gitu 😁). Berita itu juga sempat mengagetkan saya, Bu. Tapi video ini, menjelaskan pada saya bahwa tiap ujian itu 'sudah ditetapkan sesuai kadar kemampuan penerimanya'. Dan, Ibu...seistimewa itu. Dari video itu saya belajar banyak hal. Pertama , tentang penerimaan kita ...